31 Januari 2009

Upin dan Ipin anak animasi yang lucu


Udah tahu film Upin dan Ipin? Kalau sudah tahu berarti saya memang ketinggalan zaman hehe ... Film Upin dan Ipin ini kalau tidak salah sudah ada sejak setahun yang lalu di Malaysia dan menjadi populer bahkan mulai merebak ke Indonesia.

Film buatan Les Copaque ini adalah sebuah film animasi 3D yang lucu, bertemakan sekitar kehidupan sehari-hari 2 orang anak berumur 5 tahun yaitu Upin dan Ipin. Film ini juga dikemas dengan sangat bagusnya untuk memberikan edukasi agama Islam. Selain itu digambarkan pula bagaimana kerukunan hidup antar etnis dan agama di Malaysia, seperti teman-teman bermain Upin dan Ipin yaitu Razoo yang beretnis India dan Mei-mei yang beretnis China.

Mungkin kalau bisa dibandingkan dengan film Unyil yang dulu pernah populer di Indonesia, dan sekarang sudah kelihatan ketinggalan zaman. Mudah-mudahan film Upin dan Ipin ini bisa dijadikan contoh oleh para animator kita untuk membuat film sejenis yang berlatar belakang kehidupan masyarakat Indonesia.

28 Januari 2009

Jadi Pengusaha

Apa yang terlintas dalam benak Anda bila mendengar kata “Pengusaha”? Seseorang dengan mobil mewah, rumah mewah, makan siang di restoran eksklusif, bermain golf dengan para pejabat, liburan ke luar negeri sebulan sekali, ongkang-ongkang kaki, tidak perlu kerja tapi banyak duit.

Bayangan Anda tidak salah, tapi juga tidak seratus persen benar. Berapa banyak pengusaha yang gagal lalu menjadi frustasi bahkan berakhir bunuh diri lantaran terlilit hutang sana-sini.

Menjadi pengusaha itu mudah tetapi untuk sukses perlu mental yang kuat, kerja keras dan cerdas. Tidak peduli berapa besar modal yang Anda punya, kunci utamanya adalah belajar, belajar dan belajar.

Bukan berarti saya sudah menjadi pengusaha sukses, lalu berani bikin tulisan seperti ini. Justru saya ingin terus belajar dan membagi sedikit pengalaman saya selama ini bergulat dalam dunia usaha. Sebagai catatan untuk diri saya sendiri dan juga untuk pembelajaran bersama. Karena guru terbaik adalah pengalaman.

Sebelum Anda memulai untuk menjadi pengusaha, pebisnis atau bahasa kerennya enterpreneur, pertama-tama kenalilah diri Anda sendiri dulu. Potensi dan aset apa yang Anda miliki? Ilmu atau keahlian apa yang Anda punya? Siapkah mental Anda?

Jika jawabannya “Ya” dan tekad Anda sudah bulat berarti Anda siap untuk mulai menjadi PENGUSAHA.

13 September 2008

05 September 2008

Ustadz vs Blogger for Money

Kalau saya pikir-pikir profesi sebagai ustadz jauh lebih menguntungkan dibandingkan seorang blogger atau internet monetizer (orang yang mencari uang lewat internet) yang katanya bisa menghasilkan ratusan $ sehari.

Bulan Ramadhan ini saya sedikit merenungi kegiatan saya sehari-hari, yang terlalu disita oleh urusan duniawi, terutama sejak mengenal dunia bisnis internet meskipun masih sebagai seorang newbie.

Bukannya memperbanyak itikaf di masjid, saya malah memperbanyak beritikaf di internet.
Bukannya memperbanyak sholat sunnah, malah sibuk menyebar link di komentar blog lain.
Bukannya memperbanyak berdzikir dan berdoa, malah memperbanyak ngeklik iklan PTC.
Bukannya banyak membaca ayat-ayat Al Quran, malah sibuk baca-baca peluang bisnis baru.
Bukannya memperdalam ilmu agama, malah sibuk memperdalam ilmu SEO.
Bukannya mengejar malam laitul qodar, malahan mengejar contes drop entrecard.
dll... dll... padahal hasilnya gak seberapa.
Coba bandingkan dengan kegiatan seorang ustadz, meskipun secara etika tidak memasang tarif mengajar atau ceramah, ia dapat mencukupi kebutuhan hidupnya meskipun tarifnya sukarela. Apalagi kalau ustadz tersebut termasuk jajaran ustadz kondang yang sering diundang, para pengundangnya pasti sudah siap dengan patokan honor yang sesuai. (Meskipun ada juga sih beberapa yang memilih berceramah di tempat yang membayar lebih tinggi).

Dan bukan itu saja keuntungannya, selain dapat rezeki dia juga dapat pahala karena mengajarkan ilmu agama dan beribadah, karena profesinya memang beribadah. Berbeda dengan kita-kita ini (baca : saya) yang selalu sibuk mengejar dunia sampai lupa dengan urusan akhirat. Atau bingung membagi waktu antara kerja, hiburan dan ibadah. Apalagi kalau yang bidang kerjanya lebih untuk diri sendiri tanpa niat ibadah atau sedikit sekali pengaruhnya bagi orang lain.

Bukannya berarti saya menilai ibadah itu dengan materi, tapi bagaimana seharusnya saya memanfaatkan waktu yang sempit ini dengan sebaik-baiknya.

Yah begitulah... soalnya mau jadi ustadz juga gak pede... karena ilmunya kurang, lha baca Al Quran aja gak tamat-tamat hehe.

Kok saya jadi penasaran berapa sih gaji Imam Masjidil Haram? Yang katanya gaji sebulan gak habis buat setahun. Atau mungkin ada yang berminat jadi ustadz blogger?